Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...
Pembaca yang dirahmati Allah Azza wa
Jalla, meyakini keberadaan jin atau setan merupakan bagian dari ajaran agama
Islam yang mulia ini. Alam mereka (para jin) sama sekali berbeda dengan alam
manusia meskipun keduanya diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla untuk satu tujuan
yaitu beribadah hanya kepada-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman: Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan
manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (adz-Dzâriat/51:56).
Manusia tidak dapat melihat jin atau setan
dengan kasat mata. Namun, mereka dapat melihat manusia. Allah Azza wa Jalla
berfirman: Sesungguhnya dia (setan) dan anak
keturunan dari bangsanya dapat melihat kalian sementara kalian tidak dapat
melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu sebagai
pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (al-A‘râf/7:27).
Setan adalah musuh manusia yang selalu
berupaya menjauhkan mereka dari jalan Allah Azza wa Jalla yang lurus. Setan
mengajak para pengikutnya untuk menemaninya di neraka sa‘ir. Allah Azza wa
Jalla berfirman: "Sesungguhnya setan adalah musuh bagi
kalian, maka jadikanlah ia musuh (kalian), sesungguhnya setan itu mengajak para
pengikutnya agar menjadi penghuni neraka (sa‘ir) yang menyala-nyala”
(Fâthir/35:6)
Kebiasaan setan adalah mengelabui manusia,
menghalangi dari kebaikan dan kebenaran. Dan menggelincirkan manusia dalam
kesesatan adalah sumpahnya di hadapan Allah. Allah Azza wa Jalla berfirman
tentang ucapan Iblis: Iblis berkata, “Karena Engkau (ya Allah)
telah menghukumku untuk tersesat, maka sungguh aku akan menghalanghalangi
manusia dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi (menggoda)
mereka dari hadapan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, dan
Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”.
(al-A`râf/7:16-17).
Mereka ada dimana-mana, siap menjadikan
manusia sebagai mangsa kesesatannya. Berbagai metode ditempuh agar manusia jauh
dari tauhid dan terjebak dalam lumpur kesyirikan atau kubangan dosa
kemaksiatan. Semoga Allah menjaga kita dari setiap keburukan.
Wajib atas kaum muslimin menjauhi semua
perbuatan-perbuatan sihir dan mistik serta para pelakunya dan memusuhi mereka.
Untuk membentengi dan mengobati diri dari kejahatan sihir dan mistik, Islam
telah mengajarkan umatnya dzikir dan doa-doa, di antaranya:
- Dzikir setelah setiap solat wajib, seperti membaca Astagfirulloh 3x,subhanalloh 33x, alhamdulillah 33x, Allohu Akbar 33x, Ayat Kursi dan al-Mu`awwizat (al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas). Khusus setelah solat Magrib dan subuh al-Mu`awwizat dibaca masing-masing 3x.
- Memulai setiap pekerjaan dengan membaca “bismillah”.
- Membaca al-Qur`an secara rutin. Terutama membaca surat al-Baqoroh di rumah.
- Membaca dzikir sebelum tidur dengan cara yang diajarkan Rosululloh, di antaranya: “Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan: Qul Huwallohu Ahad (surat al-Ikhlash), Qul A’udzu bi Robbil Falaq (surat al-Falaq) dan Qul A’udzu bi Robbin Nas (surat an-Nas). Kemudian dengan dua telapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan sebanyak 3x”
- Merutinkan membaca isti`adzah sebanyak-Banyaknya.
Inilah amalan untuk pengobatan yang
penulis perna pelajari, dan muda-mudahan bermanfaat untuk pembaca.
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.

Komentar