Mengenai ayat ini, turunnya disaat-saat nabi muhammad dalam keadaan terkepung oleh pemuda-pemuda kafir quraisy yang dipimpin oleh abu jahal, namun didalam riwat disebutkan bahwa kaum-kaum kafir tersebut gagal melakukan perbuatan tersebut. "Jika bertemu Muhammad, aku akan membunuhnya. "Saat rasulullah berada didekatnya, orang orang memberitahu Abu Jahal. Akan tetapi, Abu Jahal tidak dapat melihat rasul,.(HR.ibnu jarir). Memang ayat ini memiliki manfaat yang sangat banyak, diantaran untuk menjaga rumah dan atau dirikita sendiri dari perbuatan orang-orang yang berniat jahat, ayat ini sangat bagus diamalkan dan dijadikan zikir karena tidak hannya mendapat karoma tetapi juga mendapat perlindungan langsung dari Allah SWT. Ayat tersebut yaitu: “waja’alnaa min bayni aydiihim saddaw wamin khalfihim saddan fa-aghsyoynaahum fahum laa yubshiruun” (surat yasin ayat 9). Yang artinya: (Dan Kami jadikan di hadapannya ada tabir/penghalang, dan di belakang mereka juga ada tabir, maka Kami tutu...
Secara genealogis, masyarakat Bengkulu menelusuri garis keturunannya melalui sistem kekerabatan yang bercorak patrialineal, yaitu sistem kekerabatan yang menghitung garis keturunan melalui pihak ayah. Sistem patrialineal ini tampak jelas pada bentuk perkawinan jujur, yaitu perkawinan diluar petulai (clan) atau perkawinan eksogami. Selain bentuk perkawinan jujur juga dikenal bentuk perkawinan semendo. Bentuk perkawinan ini dipengaruhi oleh adat Minangkabau yang memepunyai ciri khas sistem kekerabatan yang bercorak matrilineal. Perkembangan selanjutnya bentuk perkawinan semendo ada dua macam, yaitu semendo ambil anak dan semendo rajo-rajo. Bentuk perkawinan semendo ambil anak itu sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu ambil anak tidak beradat dan ambil anak beradat. Dalam sistem perkawinan semendo ambil anak, suami biasanya mengikuti istri, dalam arti suami betempat tinggal di dusun istri. Sedangkan yang membedakan istilah adat dan tidak beradat itu terletak pada uang pelapik (mas kaw...