Cinta adalah perasaan kasih sayang, kepedulian, dan kesetiaan yang kuat terhadap seseorang, sesuatu, atau ide. Cinta dapat mempengaruhi perilaku, emosi, dan keputusan seseorang.
Jenis-Jenis Cinta
- Cinta Romantis: Cinta yang berfokus pada hubungan asmara dan keintiman fisik.
- Cinta Persahabatan: Cinta yang berfokus pada hubungan persahabatan dan kepedulian terhadap orang lain.
- Cinta Keluarga: Cinta yang berfokus pada hubungan keluarga dan kepedulian terhadap anggota keluarga.
- Cinta Diri Sendiri: Cinta yang berfokus pada penghargaan dan kepedulian terhadap diri sendiri.
- Cinta Universal: Cinta yang berfokus pada kepedulian dan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup.
- Kasih Sayang: Cinta diidentik dengan kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain.
- Kesetiaan: Cinta seringkali diidentik dengan kesetiaan dan komitmen terhadap orang lain.
- Kepercayaan: Cinta memerlukan kepercayaan dan kejujuran dalam hubungan.
- Kepedulian: Cinta diidentik dengan kepedulian dan perhatian terhadap orang lain.
- Kebahagiaan: Cinta dapat membawa kebahagiaan dan kesenangan dalam hidup.
- Meningkatkan Kebahagiaan: Cinta dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesenangan dalam hidup.
- Meningkatkan Kesehatan: Cinta dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
- Meningkatkan Hubungan Sosial: Cinta dapat meningkatkan hubungan sosial dan kepedulian terhadap orang lain.
- Meningkatkan Kesadaran Diri: Cinta dapat meningkatkan kesadaran diri dan penghargaan terhadap diri sendiri.
- Meningkatkan Kreativitas: Cinta dapat meningkatkan kreativitas dan inspirasi dalam hidup.
Cinta menurut pakar psikologi salah satunya Zick Rubin
Isaac Michael " Zick " Rubin (lahir 1944) adalah seorang psikolog sosial , pengacara, dan penulis Amerika. Ia "secara luas dianggap sebagai penulis pengukuran empiris pertama tentang cinta," atas karyanya yang membedakan perasaan suka dari perasaan cinta melalui Skala Suka dan Cinta Rubin. Science Progress menyatakan, "Terobosan besar dalam penelitian tentang cinta datang dari karya psikometrik pelopor Zick Rubin." Sumber Wikipedia.
Seorang pakar psikologi Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta adalah sikap yang ditunjukkan kepada orang lain yang dianggap istimewa. Cinta dapat memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Cinta merupakan sebuah emosi yang terbentuk dari tiga perasaan yaitu perhatian, kasih sayang, dan keintiman.
Teori cinta Zick Rubin
- Cinta terbentuk dari tiga perasaan, yaitu perhatian, kasih sayang, dan keintiman.
- Cinta lebih dalam dan intens daripada menyukai seseorang.
- Cinta melibatkan hasrat yang kuat untuk keintiman dan hubungan fisik.
- Cinta melibatkan kepedulian yang mendalam terhadap orang lain.
- Cinta melibatkan kecenderungan untuk membantu.
- Cinta melibatkan ikatan dan ketergantungan yang erat.
- Cinta melibatkan perasaan eksklusif dan penyerapan.
Cinta menurut filsuf salah satunya Erich Fromm
Erich Fromm adalah seorang ahli psikologi sosial, psikoanalisis, dan seorang filsuf yang berasal dari Jerman. Ia terkenal dengan karyanya yang berjudul The Art of Loving atau Seni Mencintai.
Dalam buku tersebut, Fromm mencoba mempertanyakan makna cinta melalui pertanyaan berupa "apakah cinta merupakan sebuah seni?", "jika iya, apakah cinta mengandung unsur keindahan?", jika bukan, apakah cinta hanyalah kesenangan belaka?".
Fromm dalam buku tersebut juga mengatakan bahwa permasalah manusia saat ini ialah banyak orang yang menekankan sisi being loved (dicintai) daripada loving (mencintai).
Seseorang akan merasa sangat berarti ketika dicintai oleh orang lain dan merasa terbebani jika harus mencintai orang lain. Apakah cinta seperti itu yang disebut seni?
Fromm dalam buku The Art of Loving menyebutkan bahwa: Cinta adalah kegiatan, bukan efek pasif; itu adalah 'berdiri', bukan 'jatuh cinta'. Dengan cara yang paling umum, karakter aktif cinta dapat digambarkan dengan menyatakan bahwa cinta terutama memberi, bukan menerima.
Bagi Fromm, cinta bukan tentang bagaimana seseorang bisa jatuh cinta, melainkan bagaimana seseorang bisa berdiri dan menerima cinta tersebut.
Fromm berpendapat bahwa ketika seseorang menerima cinta, orang tersebut tidak dalam keadaan "jatuh, melainkan berdiri dan menyambutnya.
Fromm mengibaratkan bahwa ketika seseorang merasakan cinta, ia akan berdiri di dalamnya dan menikmati setiap bentuk kasih dan cinta. Fromm juga mengemukakan bahwa ketika dua insan merasakan cinta, dalam diri mereka hanyalah kesatuan, bukanlah suatu keterpisahan.
Cinta menurut ulama ( salah satunya Ibnu Qayyim)
Dilahirkan di Damaskus, Suriah pada tanggal 29 Januari 1292, dan meninggal pada 23 September 1350) adalah seorang imam suni, cendekiawan, dan ahli fikih yang hidup pada abad ke-13. Ia adalah ahli fikih bermazhab Hambali. Disamping itu juga seorang ahli tafsir, ahli hadis, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid.
Terkait dengan cinta, para ulama memiliki pandangan tersendiri. Ibnu Qayyim mendefinisikan cinta sebagai kehidupan sehingga orang yang tidak memiliki cinta seperti halnya orang mati.
Cinta adalah cahaya dan yang tidak memilikinya seperti berada di tengah lautan yang gelap gulita. Serta cinta adalah ruh iman dan amal yang bila seseorang tidak memilikinya maka ia seakan seperti jasad yang tidak memiliki ruh.
Inilah 4 jenis cinta dalam Islam menurut Ibnu Qayyim, dikutip dari laman minanewas.net
1. Mahabbatullah (Cinta kepada Allah)
Cinta kepada Allah adalah dasar dari segala bentuk mencintai yang dibenarkan dalam Islam. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 165.
Artinya: "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.”
2. Mahabbah Maa Yuhibbullah (Mencintai Apa yang Dicintai Allah)
Tidak hanya manusia yang cinta kepada Allah, tetapi dalam Al-Qur’an, Allah banyak sekali menyatakan cinta kepada hamba-Nya. Seperti halnya yang tertuang dalam beberapa firman Allah berikut.
“Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah : 165).
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222).
“Sebenarnya barang siapa yang menepati janji dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Ali-Imran : 76).
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash-Shaf: 4).
Seseorang yang benar-benar mencintai apa yang dicintai oleh Allah akan merasa senang serta gembira dan penuh harap akan kebaikan dari orang-orang yang dicintai oleh Allah yakni hamba Allah yang taat kepada-Nya.
3. Al-Hubb Fillah wa Lillah (Cinta untuk dan karena Allah)
Dalam jenis cinta ini, dapat terlihat dari tindakan seseorang yang mencintai atas dasar keimanan dan cinta kepada Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas radhiallahu anhu:
“Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah dan benci untuk kembali kepada kakafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka.”
Hadis ini memiliki makna bahwasanya cinta seorang hamba karena Allah ditunjukkan dengan menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasulullah SAW dan meninggalkan yang menyelisihinya.
4. Al-Mahabbah Ma’allah (Cinta selain Allah Bersama Allah)
Jenis cinta ini merujuk kepada cinta yang dihukumi sebagai bentuk dari kesyirikan. Cinta yang mengandung unsur tunduk, pengagungan, taat secara total, dan mengutamakan segalanya selain kepada Allah SWT.
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa barangsiapa yang ber-mahabbah ma’allah terhadap sesuatu (selain Allah) maka ia berarti telah menjadikan sesuatu yang ia cintai selain Allah sebagai tandingan terhadap Allah.
Menurut penulis apa itu cinta, cinta adalah rasa yang berikan sang pencipta kepada mahluknya, cinta yaitu apa yang terkandung di dalam makna Bismillahirrahmanirrahim, Allah maha pengasih dan penyayang itu adalah rasa cinta Allah SWT kepada ciptaannya dan di dalam Bismillahirrahmanirrahim pengakuan ciptaannya mencintai Allah SWT. Serta pengakuan mencintai makhluk dan alam semesta ini atas izin dan kehendak Allah SWT.

Komentar