Melakukan dzikir dengan asmaul husna sangatlah banyak manfaatnya, setiap nama-namanya memiliki arti dan manfaatnya masing-masing untuk berdo’a memohon kepada nya atas apa yang di inginkan dan di harapkan. meskipun pada dasarnya memohon kepada nya tidaklah mewajibkan menyebut salah satu asma nya tertentu untuk tujuan tertentu, namun alangka baiknya memohon dengan yang maha kuasa dengan asma-asma nya yang memiliki arti dan makna berhubungan dengan apa yang kita mohon dan harapkan dengan zat yang maha sempurna. Dzikir dengan asma’ulhusna-asma’ulhusna memiliki banyak kasiatnya dan tidak perlu diragukan lagi, pada dasarnya setiap doa itu akan di ijabah karena keyakinan penyerahan diri kita kepada zat yang maha sempurna. Seperti yang disebutkan dalam hadis. “Aku mengikuti sangkaan hambaKu padaKu, jika sangkaannya baik maka baiklah yang didapatkan, jika sangkaannya buruk maka buruklah yang didapatkan” (HR Ahmad). Dari hadis tersebut telah dapat kita pokok dasarnya bahwa doa yang kita panjatka...
Siapa yang memegang tauhid dan tidak berbuat syirik, akan masuk surga. Rosululloh bersabda, “Seorang laki-laki dari umatku akan dipanggil di hadapan para makhluk pada hari kiamat. Kemudian ditampakkan kepadanya 99 lembar catatan. Setiap lembarnya sejauh mata memandang. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Apakah engkau mengingkari ini?’. Ia berkata, ‘Tidak, wahai Robb!’. Lalu dikatakan, ‘Apakah engkau memiliki suatu kebaikan?’. Maka lakilaki itupun tertunduk karena haibah (keagungan Alloh SWT. ) sambil berkata, ‘Tidak wahai Robb!’. Maka dikatakan, ‘Tidak demikian. Karena engkau masih memiliki kebaikan di sisi Kami, dan kamu tidak akan dizolimi!’. Maka dikeluarkan untuknya sebuah bitoqoh (kartu amal) yang di dalamnya ada kesaksian ‘Asyhadu alla Ilaha illalloh wa Asyhadu anna Muhammadar Rosululloh. Maka orang itu berkata, ‘Wahai Robbku, apakah artinya bitoqoh seperti ini?’. Maka dikatakan: ‘Kamu tidak akan dizholimi.’ Kemudian 99 lembar catatan-catatan diletakkan dalam satu sisi timbangan tersebut dan bitoqoh diletakkan pada sisi lainnya, maka bitoqoh itupun lebih berat.” (HR. Tirmidzi dan Hakim).
Lawan dari tauhid adalah syirik. Syirik akbar (besar) adalah perbuatan yang sangat keji, yang tidak akan diampuni oleh Alloh di akhirat nanti, apabila pelakunya tidak bertaubat ketika di dunia sebelum meninggal. Meruntuhkan seluruh amal perbuatan pelakunya, bagaimana pun besar amal perbuatan tersebut, dan menjadikan pelakunya orang musyrik yang kekal di Jahannam walaupun dia mengucapkan dua syahadah dan beramal sholih yang banyak sekali. Alloh SWT. berfirman : “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’ [4]: 48).
“Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata, Alloh itu adalah al-Masih Ibnu Maryam, sedangkan al-Masih berkata, Wahai Bani Isro’il beribadahlah kalian pada Alloh Robbku dan Robb kalian, barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, sesungguhnya Alloh telah mengharamkan atas mereka surga dan tempat kembali mereka adalah neraka serta tidak ada bagi orang-orang zholim itu penolong.” (QS. al-Ma’idah [5]: 72)
“Tatkala Luqman berkata kepada anaknya sambil memberikan nasihat padanya, (ia berkata:) Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya syirik itu adalah kezholiman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13)
“Sesungguhnya telah diwahyukan padamu dan pada orang-orang sebelummu (yaitu) bila engkau berbuat syirik maka hancurlah amalanamalan engkau dan engkau termasuk orangorang yang merugi.” (QS. az-Zumar [39]: 65)
Hukuman bagi Para Pelaku Syirik
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. al-Bayyinah [98]: 6)
“Sesungguhnya orang yang menyekutukan Alloh dengan sesuatu, maka Alloh mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka.” (QS. al-Ma’idah [5]: 72)
“Alloh akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; serta Alloh menerima taubat orang-orang mukmin lakilaki dan perempuan. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab [33]: 73)
“Jadilah kalian orang-orang yang hanif demi Alloh, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun juga. Barangsiapa menyekutukan Alloh dengan sesuatu, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. al-Hajj [22]: 31)
Kesyirikan (syirik akbar) dalam bentuk apapun juga menjadikan pelakunya seorang musyrik kafir, tidak akan mendapatkan ampunan di akhirat kalau tidak bertaubat di dunia, kekal di neraka Jahannam, walaupun mengerjakan banyak ibadah dan amal sholih.
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.
“Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata, Alloh itu adalah al-Masih Ibnu Maryam, sedangkan al-Masih berkata, Wahai Bani Isro’il beribadahlah kalian pada Alloh Robbku dan Robb kalian, barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, sesungguhnya Alloh telah mengharamkan atas mereka surga dan tempat kembali mereka adalah neraka serta tidak ada bagi orang-orang zholim itu penolong.” (QS. al-Ma’idah [5]: 72)
“Tatkala Luqman berkata kepada anaknya sambil memberikan nasihat padanya, (ia berkata:) Wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Alloh, sesungguhnya syirik itu adalah kezholiman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13)
“Sesungguhnya telah diwahyukan padamu dan pada orang-orang sebelummu (yaitu) bila engkau berbuat syirik maka hancurlah amalanamalan engkau dan engkau termasuk orangorang yang merugi.” (QS. az-Zumar [39]: 65)
Hukuman bagi Para Pelaku Syirik
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. al-Bayyinah [98]: 6)
“Sesungguhnya orang yang menyekutukan Alloh dengan sesuatu, maka Alloh mengharamkan baginya surga dan tempatnya adalah neraka.” (QS. al-Ma’idah [5]: 72)
“Alloh akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; serta Alloh menerima taubat orang-orang mukmin lakilaki dan perempuan. Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab [33]: 73)
“Jadilah kalian orang-orang yang hanif demi Alloh, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun juga. Barangsiapa menyekutukan Alloh dengan sesuatu, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. al-Hajj [22]: 31)
Kesyirikan (syirik akbar) dalam bentuk apapun juga menjadikan pelakunya seorang musyrik kafir, tidak akan mendapatkan ampunan di akhirat kalau tidak bertaubat di dunia, kekal di neraka Jahannam, walaupun mengerjakan banyak ibadah dan amal sholih.
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.
Komentar