Puasa adalah salah satu amalan ibadah yang utama dalam Islam. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfiman: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (Q.S al-Baqoroh:183).
Ayat ini menunjukkan tujuan kewajiban berpuasa adalah agar tercapai ketakwaan. Ibadah puasa yang dikerjakan dengan sebenarnya akan menghantarkan seseorang pada ketakwaan. Sedangkan ketakwaan adalah penghantar seseorang mendapatkan kesuksesan/ keberhasilan yang hakiki, …dan bertakwalah kepada Allah agar kalian sukses/ berhasil. (Q.S alBaqoroh:189, Ali Imran:130, Ali Imran:200).
Maka tujuan inti dan utama dari berpuasa adalah untuk mencapai ketakwaan. Sedangkan manfaat lain yang akan dirasakan, seperti manfaat secara fisik terhadap tubuh, atau manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, itu adalah efek tambahan yang mengikuti. Dalam sebuah hadits bahkan dijelaskan betapa istimewanya ibadah puasa itu karena Allah SWT sendiri yang akan langsung membalasnya. "Allah SWT berfirman (yang artinya), '...kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya'." (HR. Muslim no. 1151).
Dalam depenisi penulis, puasa ternyata mendatangkan dua kebahagiaan yang tak terkira bagi yang mengamalkannya, kebahagiaan dunia dan akherat. Untuk mengingatkan kembali makna berpuasa sebenarnya, berikut ini adalah beberapa hal yang harus anda tahu:
1. Mendekatkan kepada sang pencipta yang memberikan ketenangan batin.
2. Menahan diri dari dari perbuatan yang dilarang. Selain menahan haus dan lapar, berpuasa dianjurkan untuk juga menahan godaan diri dari segala bentuk emosi. Amarah, nafsu, dan emosi yang berlebih, dapat menyia-nyiakan kegiatan berpuasa. Maka dari itu, muslim dianjurkan untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, tadarusan, meminta maaf pada orang lain dan memberikan maaf pada sesama. Karena, Nabi Muhammad shalallahu’alaihi Wassalam pernah bersabda, “Hindarilah oleh kalian perbuatan ghibah. Karena ghibah lebih besar dosanya daripada zina. Seseorang terkadang berzina kemudian bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan diterima taubatnya oleh Allah. Sedang orang yang berbuat ghibah, dia tidak akan diampuni sampai orang yang dia ghibah-i memaafkannya”.[Ihya Ulumiddin, Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali, jilid 4, hal 411].
3. Tak semua orang wajib puasa. Meskipun puasa adalah salah satu dari lima rukun Islam, namun Allah Swt memberikan keistimewaan khusus kepada mereka yang sakit, anak-anak yang belum balig, ibu hamil dan menyusui, menstruasi atau orang yang harus bepergian jauh dan berkondisi tidak memungkinkan untuk puasa. Mereka dapat memilih untuk menggantinya kemudian hari atau membayar fidyah, yang berarti mereka akan memberi makan orang yang tidak mampu.
4. Khusus pada bulan romadon.
Malam Lailatul Qadar, tentu sebagai umat muslim tidak asing lagi dengan malam yang sesungguhnya terbaik dalam seribu bulan itu. Malam suci yang dinantikan bagi setiap insan manusia muslim, malam kemuliaan yang hanya dapat dibeli dengan amalan-amalan shaleh, seperti berpuasa, tilawah, tadarus Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, muhasabah diri dan amal ma’ruf lainnya untuk diri sendiri dan orang lain. Lakukanlah ibadah sebaik-baiknya pada bulan Ramadhan ini, Insya Allah jika anda terus bertaqwa kepada Allah SWT, anda berkesempatan untuk mendapatkan berkah istimewa dari malam Lailatul Qadar ini.
Bulan Al-Qur’an. Bulan Ramadhan adalah saat turunnya kitab Al-Qur’an. Nuzulul Qur’an atau malam disampaikannya wahyu kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.
Waktunya beramal. Janganlah kalian menyia-nyiakan Ramadhan dengan hanya menghamburkan uang untuk belanja baju baru, makanan nikmat tapi Anda melupakan diri untuk beramal. Niscaya puasa Anda akan sia-sia. Sesungguhnya sungguh dahsyat pahala jika anda beramal di bulan Ramadhan ini.
Semoga bermanfaat dan dapat saling mengingatkan. Aaminn
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas Nabi Muhammad SAW. keluarga dan para sahabatnya, terimaksih..

Komentar