Cinta adalah fitrah yang dimiliki setiap manusia. Orang bilang hidup tanda adanya cinta akan terasa hampa. Biasanya cinta selalu dikaitkan dengan perasaan kasih sayang terhadap lawan jenis. Namun cinta itu mengenai rasa atas semuanya, tidak hanya perasaan terhadap lawan jenis.

Cinta adalah suatu emosi dari kasih sayang yang kuat dan
ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam
diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta
merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan
kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang
dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati,
perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan
mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.
Ketika kamu mencintai seseorang, dia bakal selalu terlihat
sempurna di matamu. Meskipun parasnya biasa saja, namun dia adalah wanita
tercantik atau pria tertampan yang pernah ada. Walaupun dia belum mandi atau
tidak memakai make up, dia bakal tetap istimewa. Berbeda ketika kamu suka
dengan seseorang. Orang yang kamu suka itu hanya terlihat rupawan di momen
tertentu saja. Misalnya ketika dia sudah berdandan atau sedang tampil dalam
kondisi terbaiknya.
“Saat jatuh cinta, reaksi tubuh sama seperti sedang memakai
kokain,” kata dokter Brown. Hampir semua gejala fisik yang muncul sama. Seperti
misalnya kelebihan energi, detak jantung yang meningkat, dan tekanan darah yang
meninggi terutama ketika melihat orang yang Anda sukai. Menurut Brown, semua
gejala ini muncul karena otak secara alami memproduksi hormon dopamin, yaitu
hormon yang bertugas membuat tubuh rileks dan bahagia.
Cinta mampu menghadirkan pesona yang begitu memikat bagi
siapa saja. Cinta dapat diibaratkan seperti pasir. Ketika kamu menggenggamnya
terlalu erat, butiran pasir akan berjatuhan. Jika pasir tersebut tidak
digenggam dengan baik atau genggamannya terlalu lemah, butiran pasirnya juga
akan berjatuhan. Karena itu, genggamlah pasir tersebut dengan tidak terlalu
kuat dan tidak terlalu lemah. Begitu pula dengan cinta. Genggamlah cinta dengan
takaran porsi yang pas.
Ketika kamu bertanya kepada seseorang arti tentang cinta,
mereka akan menjawab dengan jawaban yang berbeda satu sama lain. Itu
mencerminkan keunikan dari cinta itu sendiri. Setiap orang memiliki pengalaman
tersendiri dalam hubungan percintaan. Ketika seseorang memiliki pengalaman
tentang cintanya sendiri, dia pun akan menjelaskan arti cinta menurut
pengalamannya sendiri. Kadang kala kita berusaha membenci ataupun memang terasa
benci, namun karena rasa cinta yang telah bersemayam di dalam rasa, maka rasa
benci tu semakin menjadi pupuk atas rasa cinta itu, sehingga membuat rasa rindu
kita semakin menggebu-gebu.
Cinta memang meliki rasa yang tak bisa digambarkan dan di
ungkapkan, dia hanya bisa dirasakan dan terasa di dalam jiwa. Cinta menimbulkan
banyak cerita dan makna, inilah rahasia rasa yang sangat dalam.
“Cinta, Benci Tapi Rindu” adalah perasaan yang sering dialami seseorang ketika hubungan dengan orang lain sangat dalam, tetapi juga penuh luka atau konflik. Perasaan ini terlihat bertentangan, namun sebenarnya cukup manusiawi. Berikut penjelasannya secara sederhana dan reflektif.
1. Ketika Cinta Belum Benar-Benar Hilang
Kadang seseorang berkata benci, tetapi sebenarnya hatinya masih menyimpan cinta.
Rasa benci sering muncul karena kekecewaan yang besar, dan biasanya kita hanya bisa sangat kecewa kepada orang yang pernah sangat kita sayangi.
Artinya, kebencian itu bukan selalu lawan dari cinta, tetapi cinta yang terluka.
2. Luka Membuat Hati Menjauh
Ketika seseorang disakiti, hatinya ingin melindungi diri.
Karena itu muncul rasa marah, kecewa, atau benci. Namun di sisi lain, kenangan indah masih tersimpan di hati.
Di sinilah muncul konflik batin:
ingin melupakan
tapi juga masih merindukan
3. Rindu yang Tidak Mau Pergi
Rindu sering muncul bukan karena orangnya sempurna, tetapi karena jejak kenangan yang sudah tertanam dalam jiwa.
Tempat, lagu, atau kenangan kecil bisa tiba-tiba mengingatkan pada orang itu.
Sehingga hati berkata:
“Kenapa aku masih rindu, padahal aku juga marah?”
4. Dalam Perspektif Kehidupan
Perasaan seperti ini sering menjadi proses pendewasaan hati.
Dari situ seseorang belajar tentang:
memaafkan
melepaskan
memahami diri sendiri
memahami arti cinta yang sebenarnya
Kadang cinta tidak selalu berarti memiliki, tetapi belajar merelakan dengan tenang.
Renungan Singkat
Ada cinta yang membuat kita bahagia.
Ada juga cinta yang mengajarkan kita kuat.
Kadang kita berkata:
"Aku benci kamu."
Padahal sebenarnya hati hanya sedang berkata:
"Aku masih peduli."
Jika Anda mau, saya juga bisa buatkan:
puisi “Cinta, Benci Tapi Rindu” yang sangat menyentuh, atau
narasi panjang seperti cerita atau naskah video reflektif tentang perasaan ini.
Komentar