Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...
Bagi umat muslim selalu dianjurkan untuk
berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. agar mendapat keselamatan dan
perlindungan Allah SWT.
Setiap ujian dan musibah adalah rahasia
takdir yang telah Allah gariskan semenjak zaman azali, bahkan ujian merupakan
wasilah bagi seorang mukmin untuk mengasah serta meningkatkan keimanan. Tidak
ada satu makhlukpun di dunia ini yang mengetahui apa yang akan menimpanya di di
saat ini atau waktu yang akan datang. Walaupun demikian, bukan berarti kita
dilarang untuk berlindung dari musibah dan takdir buruk. Bahkan di dalam
syariat Islam yang penuh hikmah ini memerintahkan kepada umatnya agar
senantiasa berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. dari berbagai
musibah serta dari takdir yang buruk. Di dalam hadis HR. Bukhari disebutkan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yaitu:
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari: 6616)
Keburukan bisa datang kapan dan di mana
saja yang tidak bisa ita ketahui. Tak hanya bagi diri sendiri, keburukan juga
bisa menimpa keluarga atau kerabat dekat. Tak hanya keburukan kita juga ingin
dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya. Oleh karena itu ada baiknya
kita memohon perlindungan Allah SWT. dari berbagai keburukan yang bisa
merugikan.
Salah satu caranya ialah dengan berdoa, memohon perlindungan kepadaNya. Berikut doa yang bisa kalian lafalkan untuk memohon perlindungan Allah SWT, yaitu:
“ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekirahya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi”’ (QS. Hud:47).
Demikian tulisan singkat ini, semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan Adzakirinallah (orang yang banyak berdzikir kepada Allah). Shallallahu ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi ajma’in.
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari: 6616)
Salah satu caranya ialah dengan berdoa, memohon perlindungan kepadaNya. Berikut doa yang bisa kalian lafalkan untuk memohon perlindungan Allah SWT, yaitu:
“ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekirahya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi”’ (QS. Hud:47).
Demikian tulisan singkat ini, semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan Adzakirinallah (orang yang banyak berdzikir kepada Allah). Shallallahu ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi ajma’in.

Komentar