Langsung ke konten utama

HUKUM PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...

TUJUH HADITS KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH

Sebagaiman dalam kehidupan kaum muslimin banyak yang mengerjakan shalat, tetapi sebagian besar mereka tidak memperhatikan shalat berjamaah, padahal shalat berjamaah sangat dianjurkan dan sangat penting sebagaimana penegasan rasulullah saw. dalam beberapa hadits diantaranya, yaitu:

Hadits Pertama

Dari Ibnu Umar r.huma, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, "Shalat berjamaah 27 derajat lebih utama daripada shalat sendirian," Malik Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa'i - At-Targhib).

Hadits Kedua

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Shalat seorang laki-laki dengan berjamaah digandakan 25 kali dibandingkan shalatnya di rumahnya atau dipasarnya. demikian itu karena jika seseorang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi ke masjid semata-mata untuk shalat (berjamaah), maka ia tidak melangkah satu langkah kecuali ditinggikan baginya satu derajat dan dihapuskan baginya satu kesalahan. jika ia shalat, maka malaikat selalu bershalawat untuknya selama ia di tempat shalatnya tanpa berhadats, "ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, kasihanilah ia," dan ia dianggap terus menerus shalat selama menunggu shalat." (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah - At-Targhib).

Hadits Ketiga

Dari Ibnu Mas'ud r.a berkata, "Barangsiapa ingin berjumpa dengan Allah pada hari kiamat sebagai seorang muslim, hendaklah ia menjaga sholat lima waktu, di tempat adzan dikumandangkan (di masjid), karena sesungguhnya Allah swt. telah mensyaratkan untuk Nabimu Sunanul-Huda (jalan-jalan petunjuk dan kebaikan) dan sesungguhnya shalat berjamaah lima kali di tempat adzan dikumandangkan termasuk Sunanul-Huda. apabila kamu shalat di rumah-rumahmu sebagaimana perbuatan meraka yang suka tinggal (shalat di rumahnya), berarti kamu telah meninggalkan sunah Nabimu; dan jika kamu meninggalkan sunah Nabimu, maka sesatlah kamu. tiada seorang laki-laki pun yang berwudhu dengan sempurna, lalu pergi kesalah satu masjid, kecuali Allah mencatat setiap langkanya suatu kebaikan, meningkatkan baginya satu derajat, dan menghapuskan baginya satu kesalahan. Sungguh kami melihat tidak ada orang yang tidak pergi ke masjid untuk shalat (di rumah) kecuali orang munafik yang telah jelas kemunafikannya. dan sungguh, perna ada seorang laki-laki (udzur), ia dipapah oleh dua orang, lalu diberdirikan di dalam shaf shalat." Diriwayatkan pula, "Sungguh, kami melihat tak seorang pun yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid kecuali orang munafik yang terbukti kemunafikannya atau orang sakit. andaikan dapat diusahakan, maka seorang akan dipapah oleh dua orang untuk shalat (jamaah)." Ibnu Mas'ud r.a. berkata, "Sesungguhnya Rasulullah telah mengajari kami Sunanul-Huda, dan sesungguhnya shalat di masjid di tempat adzan dikumandangkantermasuk Sunanul-Huda." (Muslim, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Majah - At-Targhib).

Hadist Keempat

Dari Anas bun Malik r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa shalat karena Allah selama empat puluh hari dengan berjamaah tanpa tertinggal takbiratul- ula, maka akan ditulis baginya dua kebebasan, yaitu: bebas dari neraka dan bebas dari sifat munafik." (Tarmidzi - At-Targhib)

Hadist Kelima

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, lalu pergi ke masjid, ia mendapati orang-orang telah selesai shalat berjamaah, tanpa sedikit pun mengurangi pahala mereka." (Abu Dawud, Nasa'i, Hakim - At-Targhib)

Hadist Keenam

Dari Qubats bin Asyyam Al-Laitsi r.a., Rasulullah saw. bersabda, "shalat dua orang dengan seorang mengimami yang lain lebih baik di sisi Allah daripada empat orang shalat sendiri-sendiri. Shalat empat orang (berjamaah) lebih baik di sisi Allah daripada delapan orang shalat sendiri-sendiri. dan shalatnya delapan orang yang diimami salah seorang dari mereka lebih baik di sisi Allah daripada seratus orang shalat sendiri-sendiri." (Bazzar, Thabrani - At-Targhib).

Hadist Ketujuh

Dari Sahl bin Sa'ad As Sa'idy r.a., Rasulullah saw. bersabda, "Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwa mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat." (Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Hakim - At-Targhib).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ITU CINTA DAN SAYANG

Perbedaan antara cinta dan sayang yang umum dipahami seperti yang penulis ambil di google serta pendapat-pendapat yang perna penulis terima, dari pemahaman serta tafsir penulis cukup berbeda makna dan arti serta posisi cinta itu, diantaranya akan penulis uraikan, yaitu: Cinta sudah pasti disertai dengan perasaan sayang. Namun, perasaan sayang belum tentu disertai dengan perasaan cinta. Penjelasan Cinta adalah emosi yang terbentuk dari perasaan kasih sayang, perhatian, dan keintiman. Cinta juga bisa diartikan sebagai perasaan yang indah dan mewah, yang lebih mendalam daripada sayang. Sayang adalah perasaan lembut yang berbalut ketulusan dan tidak mengharapkan balasan. Sayang merupakan salah satu respons dalam diri manusia untuk menunjukkan empati, kepedulian, perhatian, dan rasa ingin melindungi terhadap manusia lainnya. Cinta dan sayang memiliki perbedaan yang cukup kontras, tetapi keduanya merupakan perasaan positif yang dapat memberikan kebahagiaan kepada mental manusia. Contoh perbe...

HUKUM ISTRI GUGAT CERAI SUAMI

Dalam kehidupan, banyak kejadian dan cerita hidup yang harus kita jalani meskipun hal tersebut sebenarnya tidak ingin kita lalui, perjalanan dalam kehidupan ini akan menemukan berbagai macam cerita yang sulit kita jelaskan, salah satunya seperti kehidupan berumah tangga. Bahwa dalam kehidupan berumah tangga ini akan dilalui oleh sebagian besar setiap manusia dan didalam kehidupan berumah tangga akan banyak liku-liku kehidupan yang naik turun, susah senang, sakit sehat, dll. Perjalanan kehidupan berumah tangga ini ada sebagian yang mengalami kehancuran/perceraian disebabkan oleh berbagai masalah yang mungkin sudah tidak sanggup lagi keduabelah pihak untuk tetap bersama. Disinilah kita akan menemukan pertanyaan besar yang pada dasarnya kita sudah mengetahui mengenai hukum pernikan dalam islam, bahwa jika sudah kedua belah pihak antara laki-laki dan perempuan telah menika maka hak sepenuhnya atas perempuan tersebut menjadi tanggung jawab laki-laki atau suami, sebab di dalam perkawinan ter...

APA ITU CINTA ?

Cinta adalah perasaan kasih sayang, kepedulian, dan kesetiaan yang kuat terhadap seseorang, sesuatu, atau ide. Cinta dapat mempengaruhi perilaku, emosi, dan keputusan seseorang. Jenis-Jenis Cinta Cinta Romantis: Cinta yang berfokus pada hubungan asmara dan keintiman fisik. Cinta Persahabatan: Cinta yang berfokus pada hubungan persahabatan dan kepedulian terhadap orang lain. Cinta Keluarga: Cinta yang berfokus pada hubungan keluarga dan kepedulian terhadap anggota keluarga. Cinta Diri Sendiri: Cinta yang berfokus pada penghargaan dan kepedulian terhadap diri sendiri. Cinta Universal: Cinta yang berfokus pada kepedulian dan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup. Karakteristik Cinta Kasih Sayang: Cinta diidentik dengan kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain. Kesetiaan: Cinta seringkali diidentik dengan kesetiaan dan komitmen terhadap orang lain. Kepercayaan: Cinta memerlukan kepercayaan dan kejujuran dalam hubungan. Kepedulian: Cinta diidentik dengan kepedulian dan perhatian ...