Menggunakan strategi Sun Tzu dalam bisnis
bukanlah barang baru. Ada banyak bukti bahwa The Art of War memberikan
kontribusi terhadap cara berpikir pemimpin-pemimpin modern. The Art of War
merupakan bacaan wajib untuk mengikuti kursus tentang kewirausahaan di Columbia
University.
The Art of War merupakan karya klasik bukan
saja tentang strategi melainkan juga tentang kesederhanaan. Kesederhanaan The
Art of War menjadikan pelajaran-pelajaran Sun Tzu langsung dapat dijabarkan
menjadi strategi bisnis. Prinsip-prinsip Sun Tzu memantapkan landasan yang
kokoh untuk memahami aturan-aturan strategi bisnis di milenium baru.
Pelajaran-pelajaran Sun Tzu sudah ribuan usianya, dan ujian waktulah yang
menjadikannya berharga bagi manajer bisnis.
Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudra.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi,
atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk
memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan
maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
Strategi ini bisa bila digunakan membangun
bisnis atau usaha untuk mengejar kesuksesan, bila dipahami dan digunakan untuk
membangun bisnis strategi ini menggunakan pemahaman dan taktik memperdaya lawan
untuk memenangkan, strategi bergerak seperti bayangan (diam-diam). strategi ini
seperti bergerak melakukan sesuatu tetapi sebenarnya memiliki tujuan
tersendiri.
Seperti bila kita implementasikan dalam
praktek menggunakan strategi Perdaya Langit untuk melewati Samudra, samudra
disini adalah modal (materi maupin in materi) yaitu, kita ingin membangun usaha
atau bisnis tetapi belum mempunyai modal (materi maupin in materi) maka kita
harus berkerja di tempat lain namun tujuan kita untuk mencari modal (materi
maupin in materi) membangun usaha, tetapi di saat kita berkerja di tempat lain
ini kita tetap menjalankan membangun usaha/bisnis yang akan kita ciptakan
secara tidak langsung, banyak contoh sebenarnya yang terjadi di dalam kehidupan
kita yang apabila kita pahami, seperti seseorang yang bekerja di salah satu
perusahaan namun di balik di berkerja di tempat itu sebenarnya dia juga
membangun usahannya sendiri, usaha yang dia bangun itu bisa saja sama dengan
tempat dia bekerja sehingga secara tidak langsung dia mencuri ilmu dan jaringan
di perusahaan tempat dia bekerja.
Strategi ini juga bisa di implementasikan
jika kita sedang bekerja di salah satu perusahaan/tempat orang lain namun di
belakang itu sebenarnya kita juga lagi membangun usaha lain yang bergerak
dibidang yang berbeda, sebenarnya kita bekerja itu memang untuk mencari
memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga kita bekerja untuk memenuhi kebutuhan
usaha kita atau bisa jadi agar modal usaha kita tidak dimakan oleh kebutuhan
hidup kita.
Strategi ini seperti memasukin benteng musuh
secara diam-diam dan berada di dalam kumpulan musuh-musuh tersebut (musuh
disini jika di implementasikan dalam usaha yaitu orang-orang yang sudah
sukses).

Komentar