Langsung ke konten utama

Cara dan Khasiat Mengamalkan Dzikir Asma’ulhusna YAA SYAKUUR

Melakukan dzikir dengan asmaul husna sangatlah banyak manfaatnya, setiap nama-namanya memiliki arti dan manfaatnya masing-masing untuk berdo’a memohon kepada nya atas apa yang di inginkan dan di harapkan. meskipun pada dasarnya memohon kepada nya tidaklah mewajibkan menyebut salah satu asma nya tertentu untuk tujuan tertentu, namun alangka baiknya memohon dengan yang maha kuasa dengan asma-asma nya yang memiliki arti dan makna berhubungan dengan apa yang kita mohon dan harapkan dengan zat yang maha sempurna. Dzikir dengan asma’ulhusna-asma’ulhusna memiliki banyak kasiatnya dan tidak perlu diragukan lagi, pada dasarnya setiap doa itu akan di ijabah karena keyakinan penyerahan diri kita kepada zat yang maha sempurna. Seperti yang disebutkan dalam hadis. “Aku mengikuti sangkaan hambaKu padaKu, jika sangkaannya baik maka baiklah yang didapatkan, jika sangkaannya buruk maka buruklah yang didapatkan” (HR Ahmad). Dari hadis tersebut telah dapat kita pokok dasarnya bahwa doa yang kita panjatka...

Rahasia Mendapatkan Kesuksesan Dipelajari Dari Hukum Agama

Hukum Tarik-Menarik Dilihat Dari Hukum Agama

Melihat dalam perakteknya Hukum Tarik-Menarik ini banyak di kaji dan di terapkan oleh ilmuan-ilmuan barat, namun kalau kita lihat dalam sudut pandang agama maka sebenarnya Hukum Tarik-Menarik pada dasarnya suda diajarkan. Dilihat dari sudut pandang agama, semua agama yang berada di negara Indonesia mengajarkan untuk saling memberi, saling tolong menolong untuk orang yang tidak mampu, dll. padahal bila dilihat dan dikaji dengan seksama maka semua itu adalah Hukum Tarik-Menarik. Hukum islam, bila dilihat dalam sudut pandang hukum islam maka akan semakin jelas bahwa hukum tarik-menarik itu diajarkan dan bahkan di wajibkan, dalam hukum islam mengnal yang namanya sedekah, infak, wakap, memberi makan  anak yatim, dll. semuanya itu mengandung Hukum Tarik-Menarik.

Penulis pernah mendapat kata bijak dari guru penulis sewaktu masi sekolah dulu, dia mengatakan jadilah seseorang yang suka memberi meskipun kita sekarang bukan tergolong orang yang ada, akan tetapi dengan kita suka memberi meskipun keadaan yang belum dan atau masi kekurangan itu akan menarik rezki untuk kita yang mungkin tidak bisa kita duga-duga. Sebelumnya penulis masi ragu dengan kata-kata itu tetapi setelah di pelajari dan dilihat kenyataannya, maka kata-kata itu memang benar, kita memberi  dengan iklas itu menunjukkan bahwa kita ada dan atau tuhan bersama kita yang akan memenuhi kebutuhan kita, dilihat dengan seksama maka Tarik-Menarik itu berlaku.

Mungkin ada sebagian dari pembaca masi menanyakan/mempertanyakan dilihat dari mana bahwa Hukum Tarik-Menarik itu ada dalam hukum islam yang penulis sebutkan tadi. Akan penulis sedikit jelaskan, kita kembali lagi mengenai Hukum Tarik-Menarik yang penulis tuliskan di penulisan sebelumnya, yaitu pada dasarnya kita dimanapun berada semuanya bekerja dan mengerjakan sesuatu atau lagi mengejar sesuatu, semuanya dilakukan dan diyakini dengan satu daya, satu hukum, yaitu hukum tarik-menarik."segala sesuatu yang ada dan akan datang dengan kita ini semuanya ditarik oleh kita sendiri kedalam hidup kita, dan segala sesuatu itu tertarik ke kita oleh cita-cita yang kita pelihara dalam benak, yaitu tertulis dari apa yang anda pikirkan, apaun yang berlangsung di dalam benak kita menariknya ke diri kita" (bob proctor seorang filsuf). dari depenisi ini maka akan kita kaji dan hubungkan dengan apa yang ada dalam hukum islam.

Dalam hukum islam mengajarkan yang namanya sedekah, infak, wakap, memberi makan  anak yatim dll. coba kita lihat bahwa kita melakukan perbutan sedekah, infak, wakap, memberi makan  anak yatim dll. semuannya itu diwajibkan untuk melakukannya dengan ikhlas, memberikan sesuatu apapun dengan ikhlas inilah magnet yang sangat besar, dia memberi tetapi akan menarik manfaat yang banyak dan akan mendapatkan timbal baliknya, seperti di dalam al-quraan disebutkan, yaitu: “dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). dan allah maha melihat apa yang kamu perbuat.” (qs. Al-Baqarah:265).

Masih banyak lagi ayat-ayat al-quran yang menyebutkan dan menganjurkan untuk melakukan perbuatan tersebut, karena perbuatan yang kita lakukan itu akan berakibat baik untuk kita sendiri, seperti penulis jelaskan tadi dia akan bisa menjadi maknet yang menarik sangat kuat tidak hanya di dunia tetapi juga sampai ke akherat, Namun ajaran agama yang sangat bermanfaat ini jarang dijalankan oleh penganutnya, dan bahkan orang lain yang tidak meyakini agama inilah yang banyak melakukannya secara tidak langsung.

Inilah sebagian penjelasan rahasianya hukum tarik-menarik dilihat dalam sudut pandang hukum agama, dan akan saya jelaskan lebih dalam lagi di tulisan saya yang berikitnya. Terimakasih…!!!

Komentar