Sepertinya yang kamu maksud adalah perjanjian pinjam online (biasanya terkait pinjaman uang lewat aplikasi atau internet). Berikut penjelasan sederhana biar jelas . Apa itu Perjanjian Pinjam Online? Perjanjian pinjam online adalah kontrak antara pemberi pinjaman dan peminjam yang dilakukan secara digital (melalui aplikasi atau website). Ini sah secara hukum selama memenuhi syarat perjanjian. Isi Perjanjian Biasanya Meliputi: l Identitas pihak ² Nama peminjam & pemberi pinjaman l Jumlah pinjaman ² Berapa uang yang dipinjam l Bunga & biaya ² Termasuk bunga, denda, biaya admin l Jangka waktu ² Kapan harus dibayar l Cara pembayaran ² Transfer, auto-debit, dll l Sanksi keterlambatan ² Denda atau konsekuensi lainnya l Persetujuan digital ² Biasanya dengan klik “setuju” atau OTP Apakah Sah Secara Hukum? Ya, di Indonesia perjanjian ini sah jika memenuhi syarat dalam: ² Kesepakatan kedua pihak ² Kec...
Kesuksesan adalah kemauan dan harapan dari setiap manusia,
namun arti dari kesuksesan berbeda-beda tergantung dari mana mereka melihatnya.
kesuksesan dalam sudut pandang dunia dapat di pastikan bila telah mendapatkan
harta, tahta dan wanita, bila seseorang telah mendapatkan ketiga ini maka
kesenangan dan kesuksesan dunia menurut orang-orang yang sudut pandangnya
dilihat dari kehidupan dunia suda menganggap seseorang tersebut sukses.
Kesuksesan dari sudut pandang dunia ini tidak dibantah dalam sudut pandang
agama, namun kesuksesan seperti itu dalam sudut pandang agama tidaklah mutlak,
karena apa yang kita lakukan di dunia akan diminta pertanggung jawabannya di
akhirat nanti.
Dalam agama islam, kesuksesan seseorang bukanlah dilihat dari
seberapa banyak harta, seberapa tinggi jabatannya dan secantik apa istrinya,
namun kesuksesan menurut agama Islam adalah bilah seorang itu selalu istiqomah
berada di jalan Allah SWT dan memiliki bekal yang baik untuk hidup diakhirat
kelak. Manusia yang sukses dalam islam adalah mereka yang memiliki kemuliaan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT. "Sesungguhnya telah Kami turunkan
kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan
bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Qs Al Anbiya : 10). kemuliaan yang disebutkan dalam ayat tersebut
dapat diartikan ialah seatu kesuksesan.
Kesuksesan menurut agama Islam tidak hanya dilihat di dunia namun juga diartikan nanti yaitu bilah seseorang telah dan atau akan meninggal, seperti disebutkan dalam Al-Quraan yaitu: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya hanya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan di dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (QS 3:185).
Kesuksesan di dunia dan di akhirat ini bukanlah suatu hal yang muda dan gampang untuk mendapatkannya, karena godaan dan halangannya begitu berat serta banyak. kesuksesan itu akan datang dan dapat dirasakan ialah, bila seseorang tersebut telah mendapatkan cobaan dan ujian yang dapat ia lewati dengan tetap berpegang teguh dengan ajaran agama. terkadang sukses yang diperoleh oleh manusia tidak datang secara tiba-tiba melainkan dibutuhkan usaha didalamnya.
Untuk mendapatkan kesuksesan terutama diakhirat maka Allah SWT menguji umatnya untuk bertahan dalam suatu cobaan dan apabila ia bersabar maka ia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah : 214).
Kehidupan di dunia ini memang memiliki banyak godaan dan halangan, namun kekuatan iman bila di pegang dengan kuat meskipun dengan resiko yang berat akan memberikan keindahan dan ketenangan hati serta dicintai oleh penciptannya. kesuksesan seseorang manusia tidaklah diukur dari berapa banyak harta yang ia miliki atau seberapa tinggi jabatannya melainkan seberaba bisa ia mengamalkan ajaran-ajaran agama islam yang terkandung dalam Alqur’an.
Inilah sebagian penjelasan penulis mengenai kesuksesan dilihat dalam sudut pandang agama, dan akan saya jelaskan lebih dalam lagi di tulisan saya yang berikitnya. Terimakasih..!!!
Kesuksesan menurut agama Islam tidak hanya dilihat di dunia namun juga diartikan nanti yaitu bilah seseorang telah dan atau akan meninggal, seperti disebutkan dalam Al-Quraan yaitu: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya hanya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan di dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (QS 3:185).
Kesuksesan di dunia dan di akhirat ini bukanlah suatu hal yang muda dan gampang untuk mendapatkannya, karena godaan dan halangannya begitu berat serta banyak. kesuksesan itu akan datang dan dapat dirasakan ialah, bila seseorang tersebut telah mendapatkan cobaan dan ujian yang dapat ia lewati dengan tetap berpegang teguh dengan ajaran agama. terkadang sukses yang diperoleh oleh manusia tidak datang secara tiba-tiba melainkan dibutuhkan usaha didalamnya.
Untuk mendapatkan kesuksesan terutama diakhirat maka Allah SWT menguji umatnya untuk bertahan dalam suatu cobaan dan apabila ia bersabar maka ia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS Al Baqarah : 214).
Kehidupan di dunia ini memang memiliki banyak godaan dan halangan, namun kekuatan iman bila di pegang dengan kuat meskipun dengan resiko yang berat akan memberikan keindahan dan ketenangan hati serta dicintai oleh penciptannya. kesuksesan seseorang manusia tidaklah diukur dari berapa banyak harta yang ia miliki atau seberapa tinggi jabatannya melainkan seberaba bisa ia mengamalkan ajaran-ajaran agama islam yang terkandung dalam Alqur’an.
Inilah sebagian penjelasan penulis mengenai kesuksesan dilihat dalam sudut pandang agama, dan akan saya jelaskan lebih dalam lagi di tulisan saya yang berikitnya. Terimakasih..!!!

Komentar