Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...
Kesurupan atau possession trance disorder
dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor spiritual, sosial,
psikologis dan fisik. Dengan melakukan pemeriksaan mendalam, mungkin faktor
penyebabnya bisa diketahui.
Pada dasarnya menurut penulis kesurupan
itu disebabkan oleh, yaitu disebabkan oleh gangguan psikis dan ulah makhluk
halus. Kedua sebab ini secara tidak langsung memilikih hubungan karena salah
satu dari kedua sebab ini bisa jadi faktor utamanya dan salah satu dari sebab
itu mengikuti.
Kesurupan karena gangguan psikis,
seseorang yang lagi memiliki masalah dan atau psikologis sesorang itu lemah
dalam menghadapi masalah sehingga berakibat mengundang dari bangsa jin/syaitan
untuk mengganggunya. Serta bisa jadi psikis seseorang itu bermasalah yang tidak
ada hubungan dengan gangguan dari bangsa jin/syaitan.
Kesurupan karena gangguan mahluk halus,
dalam hal ini kesurupan memang disebabkan oleh gangguan mahluk halus bisa
karena dikirim (diguna-guna), dan atau memang dari bangsa jin ingin mengganggu
seseorang dikarenakan sebab-sebab tertentu yang pada dasarnya disebabkan karena
iman seseorang itu lemah, atau akibat perjanjian leluhur, atau akibat ketidak
sengajan seseorang yang mengganggu bangsa jin tersebut.
Permasalahan kesurupan/gangguan bangsa jin
ini, di dalam agama Islam suda ada penjelasannya, diantaranya yaitu:
Pertama, terdapat banyak dalil dari
Alquran dan hadis yang menggambarkan keberadaan penyakit kesurupan jin.
Diantaranya,
- Allah berfirman, menceritakan keadaan pemakan riba ketika dibangkitkan, “Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275). Keterangan Ibnu Katsir, “Maksud ayat, pemakan riba tidak akan dibangkitkan dari kubur mereka pada hari kiamat kecuali seperti bangkitnya orang yang kesurupan dan kerasukan setan. Karena dia berdiri dengan cara tidak benar. Ibnu Abbas mengatakan, “Pemakan riba, dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang gila yang tercekik.” (Tafsir Ibn Katsir, 1:708). Terkait fenomena al-Qurtubi menegaskan, “Ayat ini dalil tidak benarnya pengingkaran orang terhadap fenomena kesurupan karena kerasukan jin. Mereka menganggap bahwa itu hanya murni penyakit badan. Sedangkan setan tidak bisa mengalir di dalam tubuh tubuh manusia dan tidak bisa merasuk ke dalam tubuhnya.” (Tafsir a-Qurtubi, 3:355)
- Disebutkan dalam hadis dari Abul Aswad as-Sulami, bahwa diantara doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa benda keras, aku berlindung kepada-Mu dari mati terjatuh, aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran, dan aku berlindung kepada-Mu dari keadaan setan merasuki badanku ketika mendekati kematian…” (HR. Nasai 5533 dan dishahihkan al-Albani). Al-Munawi menjelaskan, “…setan merasuki badanku ketika mendekati kematian…”: dengan gangguan yang yang bisa menggelincirkan kaki, merasuki akal dan pemikiran. Terkadang setan menguasai seseorang ketika hendak meninggal dunia, sehingga dia bisa menyesatkannya dan menghalanginya untuk bertaubat… (Faidhul Qadir, 2:148).
Kedua, kesurupan, dengan jin masuk ke
tubuh manusia adalah kejadian yang hakiki, kenyataan dan bukan khayalan.
Abdullah bin Imam Ahmad pernah bertanya
kepada ayahnya, “Sesungguhnya ada beberapa orang yang berpendapat, bahwa jin
tidak bisa masuk ke badan manusia.”
Imam Ahmad menjawab, “Wahai anakku, mereka
dusta. Jin itulah yang berbicara dengan lisan orang yang dirasuki.”
Setelah membawakan keterangan ini,
Syaikhul Islam memberi komentar, “Apa yang disampaikan Imam Ahmad adalah
masalah yang terkenal di masyarakat. Orang yang kerasukan berbicara dengan
bahasa yang tidak bisa dipahami maknanya. Terkadang dia dipukul sangat keras,
andaikan dipukulkan ke onta, pasti akan menimbulkan sakit. Meskipun demikian,
orang yang kesurupan tidak merasakan pukulan dan tidak menyadari ucapan yang
dia sampaikan.”
Beliau juga menegaskan, Orang yang
menyaksikan kejadian kesurupan, dia akan mendapatkan kesimpulan yang meyakinkan
bahwa yang bicara dengan lidah manusia dan yang menggerakkan badannya adalah
makhluk lain, selain manusia (Majmu’ al-Fatawa, 24:277).
Ketiga, ulama sepakat, jin bisa merasuki
tubuh manusia.
Hal ini sebagaimana ditegaskan Syaikhul
Islam dalam fatwanya, “Tidak ada satupun ulama islamyang mengingkari jin bisa
masuk ke badan orang yang kesurupan dan lainnya. Orang yang mengingkari hal ini
dan mengklaim bahwa syariat mendustakan anggapan jin bisa masuk ke badan
manusia, berarti dia telah berdusta atas nama syariah. Karena tidak ada satupun
dalil syariat yang membantah hal itu.” (Majmu’ al-Fatawa, 24:277).
Dilihat dalam sudut pandang agama islam,
maka kesurupan memang ada dan diakui bisa terjadi. Seperti yang telah penulis
sebutkan dan jelaskan sebelumnya bahwa faktor atau penyebab utama menurut
penulis dari kesurun itu yaitu lemahnya kadar iman seseorang serta dan atau
seseorang tersebut memiliki penyakit hati sehingga dari golongan bangsa
jin/syaitan dapan mengganggu.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan
dapat mengetuk hati nurani kita agar menjalankan ibadah dan memperdalam lagi
pengetahuan, aaminn..
Semoga sholawat dan salam senantiasa
tercurah atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.

Komentar