Langsung ke konten utama

HUKUM PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...

Status Pacaran Dalam Sudut Pandang Islam

Pacaran adalah suatu hubungan mengatas namakan rasa cinta dan sayang tanpa satu ikatan yang jelas dan mengikat, tetapi sesuatu yang sangat-sangat dikejar oleh sebagian besar remaja zaman sekarang. Kata pacaran serta pertanyaan mana pacar mu, itu adalah kata dan pertanyaan yang sudah lumra dan sering di dengar dan dipertanyakan kepada seseorang.

Sebenarnya apa manfaat dari pacaran tersebut, mungkin jawapan dari yang dipertanyakan ini sudah dapat dipastikan yaitu ingin mengenal seseorang dan keluarganya lebih dekat dan dalam lagi. Tetapi sebenarnya jawapan itu kalau kita lihat dalam peraktekya hanyala sebuah kalimat pelarihan untuk menutupi keinginan yang mengikuti sahwat. Mengenal lebih dekat calon pasangan hidup tidak hanya dapat dilakukan dengan yang disebut pacaran, masih banyak lagi sebenarnya cara-cara/jalan lain yang baik dan berakibat baik untuk kedepannya.

Namun sebenarnya permasalahan pacaran ini tidak hanya kesalahan dari remaja-remaja saja, melainkan jaga disebabkan kesalahan orang tua dalam hal pendidikan yang dibuat dalam rumah tangga. Serta budaya dalam kehidupan baik kaum tua dan muda secara tidak langsung memang memupuk yang namanya pacaran, kita bisa merasakan dan sering mendengar pertanyaan mana pacar mu, padahal pertanyaan ini bisa menjadi salah satu paktor pendorong seseorang itu mencari dan menjalin hubungan tanpa kejelasan tersebut, dan melakukan sesuatu perbuatan dosa besar yang secara tidak langsung dipeliharan dan di pupuk.

Kalau kita kajih dan dalami maka perbutan pacaran banyaklah mengandung mudarat daripada manfaatnya, pacaran hanyala satu kata yang memberi iming-iming keindahan dan kenikmatan duniawi, yang mengatas namakan rasa cinta dan sayang tetapi dalam perakteknya mengutamakan nafsu sahwat belakah. Pernyataan ini bukan penulis buat atas dasar kata orang tetapi penulis merasakan sendiri dan mengakui sendiri, penulis lihat dan dirasakan atas pengalaman penulis.

Pacaran dalam kajian yang banyak penulis dengar, pada pokok dasarnya pacaran hanyalah menjerumuskan kita ke perbuatan yang dilaknat oleh Agama terutama yaitu zina. Diantaranya bahaya pacaran yaitu:

  1. Mudah terjerumus ke perzinaan
  2. Melemahkan iman
  3. Mengajarkan kepada kemunafikkan
  4. Mengurangi produktivitas dan minat belajar
  5. Menjadikan hidup boros
  6. Pemicu tindak criminal

Serta kalau dilihat dan di kaji dalam agama islam maka akan secara tidak langsung menyatakan bahwa pacaran itu tidak di perbolehkan yaitu Haram. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra:32)

Dan adapun haditsnya yaitu, Rasulullah bersabda: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi).

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233).

Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis yang bukan istri atau mahrom diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul, “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”. (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)

Kalau kita berpikir dengan akal sehat dan tidak mengikuti nafsu, maka alangka baiknya kita menjalankan apa yang telah agama wajibkan, karena akan berakibat baik untuk kehidupan dunia dan akherat. Kita memang mengakui dalam masa remaja memang godaan dalam hal seperti ini berat, tetapi jika kita mau maka kita bisa mengendalikan nafsu tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis, yaitu: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.” (H. R. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

Inilah pacaran jika dilihat dalam perakteknya tidak bisa kita banta bahwa perbutan yang haram, lebih dan kurang mohon maaf dan muda-mudahan bermanfaat untuk pembaca.

Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA ITU CINTA DAN SAYANG

Perbedaan antara cinta dan sayang yang umum dipahami seperti yang penulis ambil di google serta pendapat-pendapat yang perna penulis terima, dari pemahaman serta tafsir penulis cukup berbeda makna dan arti serta posisi cinta itu, diantaranya akan penulis uraikan, yaitu: Cinta sudah pasti disertai dengan perasaan sayang. Namun, perasaan sayang belum tentu disertai dengan perasaan cinta. Penjelasan Cinta adalah emosi yang terbentuk dari perasaan kasih sayang, perhatian, dan keintiman. Cinta juga bisa diartikan sebagai perasaan yang indah dan mewah, yang lebih mendalam daripada sayang. Sayang adalah perasaan lembut yang berbalut ketulusan dan tidak mengharapkan balasan. Sayang merupakan salah satu respons dalam diri manusia untuk menunjukkan empati, kepedulian, perhatian, dan rasa ingin melindungi terhadap manusia lainnya. Cinta dan sayang memiliki perbedaan yang cukup kontras, tetapi keduanya merupakan perasaan positif yang dapat memberikan kebahagiaan kepada mental manusia. Contoh perbe...

HUKUM ISTRI GUGAT CERAI SUAMI

Dalam kehidupan, banyak kejadian dan cerita hidup yang harus kita jalani meskipun hal tersebut sebenarnya tidak ingin kita lalui, perjalanan dalam kehidupan ini akan menemukan berbagai macam cerita yang sulit kita jelaskan, salah satunya seperti kehidupan berumah tangga. Bahwa dalam kehidupan berumah tangga ini akan dilalui oleh sebagian besar setiap manusia dan didalam kehidupan berumah tangga akan banyak liku-liku kehidupan yang naik turun, susah senang, sakit sehat, dll. Perjalanan kehidupan berumah tangga ini ada sebagian yang mengalami kehancuran/perceraian disebabkan oleh berbagai masalah yang mungkin sudah tidak sanggup lagi keduabelah pihak untuk tetap bersama. Disinilah kita akan menemukan pertanyaan besar yang pada dasarnya kita sudah mengetahui mengenai hukum pernikan dalam islam, bahwa jika sudah kedua belah pihak antara laki-laki dan perempuan telah menika maka hak sepenuhnya atas perempuan tersebut menjadi tanggung jawab laki-laki atau suami, sebab di dalam perkawinan ter...

APA ITU CINTA ?

Cinta adalah perasaan kasih sayang, kepedulian, dan kesetiaan yang kuat terhadap seseorang, sesuatu, atau ide. Cinta dapat mempengaruhi perilaku, emosi, dan keputusan seseorang. Jenis-Jenis Cinta Cinta Romantis: Cinta yang berfokus pada hubungan asmara dan keintiman fisik. Cinta Persahabatan: Cinta yang berfokus pada hubungan persahabatan dan kepedulian terhadap orang lain. Cinta Keluarga: Cinta yang berfokus pada hubungan keluarga dan kepedulian terhadap anggota keluarga. Cinta Diri Sendiri: Cinta yang berfokus pada penghargaan dan kepedulian terhadap diri sendiri. Cinta Universal: Cinta yang berfokus pada kepedulian dan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup. Karakteristik Cinta Kasih Sayang: Cinta diidentik dengan kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain. Kesetiaan: Cinta seringkali diidentik dengan kesetiaan dan komitmen terhadap orang lain. Kepercayaan: Cinta memerlukan kepercayaan dan kejujuran dalam hubungan. Kepedulian: Cinta diidentik dengan kepedulian dan perhatian ...