Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...
Jin (bahasa arab: Janna) secara harfiah
berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak
terlihat". Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat
dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang
nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena
ada barisan yang menjaga rahasia itu.
...dan sesungguhnya kami dahulu dapat
menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan
(berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba)
mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai
(untuk membakarnya). (Al-Jin 9:72).
Jin adalah salah satu jenis makhluk Allah
Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis
manusia atau malaikat. Jin diciptakan dari bahan dasar api. Sedangkan setan
adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat,
suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.
Kita sering melihat keluarga atau teman
kita yang lagi sakit, dan banyak kata orang-orang dia sakit yang tidak wajar
dan atau bisa jadi kita sedang melihat atau berada di samping seseorang yang
lagi sakit yang mungkin belum diketahui sakit apa. Disini penulis ingin berbagi
cara kita mendeteksi sakit seseorang itu, caranya cukup gampang tetapi yang
terpenting kita menjalankan kewajiban kita dalam agama.
Caranya yaitu:
Berdiri disebelah kanan orang yang lagi
sakit, pegang jempol kakinya baca Al-Fateha 7x, ayat Kursi 7x, surat Al-ikhlas
7x, dan lihatlah reakinya apabilah tubuh dan kakinya bergerak-gerak maka
penyakit yang ada dalam tubuhnya itu dari dirinya sendiri, jikalau dia melototi
maka penyakitnya karena sihir atau gangguan dari bangsa jin, dan kalau dia
memukul dirinya sendiri berarti itu akibat dari makananya atau dosa besar yang
telah dilakukannya.
Itulah cara mendeteksi penyakit yang perna
penulis pelajari, namun bila ingin melakukan deteksi ini yakinkan diri kita
bahwa apa yang kita lakukan ini ingin menolong orang lain karena Allah SWT.
Tidak ada maksud lain. Semoga ilmu ini dapat bermanfaat dan mustajab, aaminn..
Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah
atas nabi muhammad saw. keluarga dan para sahabatnya.

Komentar