Hukum pernikahan dalam Islam bervariasi tergantung kondisi individu, meliputi wajib (jika khawatir terjerumus zina dan mampu), sunnah (anjuran kuat bagi yang mampu), mubah (netral, boleh dan tidak boleh), makruh (jika tidak mampu memenuhi kewajiban), hingga haram (jika bertujuan merugikan atau melanggar syariat). Secara umum, pernikahan adalah ibadah kuat untuk memenuhi kebutuhan, menjaga kesucian, dan membangun keluarga, dengan dasar hukum dari Al-Qur'an dan Sunnah. “Pernikahan merupakan ikatan yang sakral dan abadi. Maka dari itu, Anda perlu memahami bagaimana kedudukan dan hukum pernikahan di mata agama dan negara agar bisa menjalani rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah.” Di Indonesia, hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hukum pernikahan tersebut bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban suami dan istri. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-l...
Puasa adalah salah satu amalan ibadah yang
utama dalam Islam. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfiman: Wahai orang-orang yang
beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada
orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (Q.S al-Baqoroh:183).
Ayat ini menunjukkan tujuan kewajiban
berpuasa adalah agar tercapai ketakwaan. Ibadah puasa yang dikerjakan dengan
sebenarnya akan menghantarkan seseorang pada ketakwaan. Sedangkan ketakwaan
adalah penghantar seseorang mendapatkan kesuksesan/ keberhasilan yang hakiki, …dan
bertakwalah kepada Allah agar kalian sukses/ berhasil. (Q.S alBaqoroh:189, Ali
Imran:130, Ali Imran:200).
Maka tujuan inti dan utama dari berpuasa
adalah untuk mencapai ketakwaan. Sedangkan manfaat lain yang akan dirasakan,
seperti manfaat secara fisik terhadap tubuh, atau manfaat bagi kehidupan bermasyarakat,
itu adalah efek tambahan yang mengikuti. Dalam sebuah hadits bahkan dijelaskan
betapa istimewanya ibadah puasa itu karena Allah SWT sendiri yang akan langsung
membalasnya. "Allah SWT berfirman (yang artinya), '...kecuali amalan
puasa. Amalan puasa tersebut untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya'."
(HR. Muslim no. 1151).
Dalam depenisi penulis, puasa ternyata
mendatangkan dua kebahagiaan yang tak terkira bagi yang mengamalkannya,
kebahagiaan dunia dan akherat. Untuk mengingatkan kembali makna berpuasa
sebenarnya, berikut ini adalah beberapa hal yang harus anda tahu:
1. Mendekatkan kepada sang pencipta yang
memberikan ketenangan batin.
2. Menahan diri dari dari perbuatan yang
dilarang. Selain menahan haus dan lapar, berpuasa dianjurkan untuk juga menahan
godaan diri dari segala bentuk emosi. Amarah, nafsu, dan emosi yang berlebih,
dapat menyia-nyiakan kegiatan berpuasa. Maka dari itu, muslim dianjurkan untuk
lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, tadarusan, meminta maaf pada
orang lain dan memberikan maaf pada sesama. Karena, Nabi Muhammad
shalallahu’alaihi Wassalam pernah bersabda, “Hindarilah oleh kalian perbuatan
ghibah. Karena ghibah lebih besar dosanya daripada zina. Seseorang terkadang
berzina kemudian bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan diterima
taubatnya oleh Allah. Sedang orang yang berbuat ghibah, dia tidak akan diampuni
sampai orang yang dia ghibah-i memaafkannya”.[Ihya Ulumiddin, Imam Abu Hamid
Muhammad bin Muhammad Al Ghazali, jilid 4, hal 411].
3. Tak semua orang wajib puasa. Meskipun
puasa adalah salah satu dari lima rukun Islam, namun Allah Swt memberikan
keistimewaan khusus kepada mereka yang sakit, anak-anak yang belum balig, ibu
hamil dan menyusui, menstruasi atau orang yang harus bepergian jauh dan
berkondisi tidak memungkinkan untuk puasa. Mereka dapat memilih untuk
menggantinya kemudian hari atau membayar fidyah, yang berarti mereka akan
memberi makan orang yang tidak mampu.
4. Khusus pada bulan romadon.
- Malam Lailatul Qadar, tentu sebagai umat muslim tidak asing lagi dengan malam yang sesungguhnya terbaik dalam seribu bulan itu. Malam suci yang dinantikan bagi setiap insan manusia muslim, malam kemuliaan yang hanya dapat dibeli dengan amalan-amalan shaleh, seperti berpuasa, tilawah, tadarus Al-Qur’an, berdoa, berdzikir, muhasabah diri dan amal ma’ruf lainnya untuk diri sendiri dan orang lain. Lakukanlah ibadah sebaik-baiknya pada bulan Ramadhan ini, Insya Allah jika anda terus bertaqwa kepada Allah SWT, anda berkesempatan untuk mendapatkan berkah istimewa dari malam Lailatul Qadar ini.
- Bulan Al-Qur’an. Bulan Ramadhan adalah saat turunnya kitab Al-Qur’an. Nuzulul Qur’an atau malam disampaikannya wahyu kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.
- Waktunya beramal. Janganlah kalian menyia-nyiakan Ramadhan dengan hanya menghamburkan uang untuk belanja baju baru, makanan nikmat tapi Anda melupakan diri untuk beramal. Niscaya puasa Anda akan sia-sia. Sesungguhnya sungguh dahsyat pahala jika anda beramal di bulan Ramadhan ini.
Semoga bermanfaat dan dapat saling
mengingatkan. Aaminn
Semoga sholawat dan salam senantiasa
tercurah atas Nabi Muhammad SAW. keluarga dan para sahabatnya, terimaksih..

Komentar